BeritaKarya Seni

Pergelaran Karya Dosen Etnomusikologi Bertajuk “Merajut Nada Nusantara #3”

Penulis : Ribeth Nurvijayanto

Pergelaran Musik Etnis bertajuk Merajut Nada Nusantara #3 merupakan sebuah pementasan gelar karya dosen yang diselenggarakan virtual melalui akun youtube ISI Yogyakarta.  Merajut Nada Nusantara #3 menampilkan enam repertoar dari tiga komposer. Pertama, Drs. Sukoco, M.Hum., menyajikan karya berjudul  “Dendang Betawi” aransemen lagu Dayung Sampan dan Ondel-ondel. Karya ini merupakan perpaduan antara dendang yang berpantun, bermakna mendalam yang memanifestasikan keharmonisan musikal dalam lagu tersebut. Kedua, Drs. Haryanto, M.Ed. membawakan karya dengan judul “Pelangi”. Karya ini adalah refleksi dari pengalaman penjelajahan bunyi di bumi Kalimantan, sebuah catatan musikal merekam warna-warni budaya musik di bumi Kalimantan. Karya berjudul Pelangi tersaji apik dalam kemasan musik karungut Kalimantan Tengah.  Drs. Supriyadi, M.Hum menyajikan empat repertoar musik etnis yang dibawakan dengan nuansa keroncong dangdut. Karya-karya yang dibawkan diantaranya adalah “Astungkara” sebuah melodi purna bakti yang berisi pesan dan doa untuk ISI Yogyakarta. Karya selanjutnya berjudul Langgam Etnomusikologi sebuah lagu yang mencerminkan jati diri Jurusan Etnomusikologi ISI Yogyakarta, dilanjutkan dengan karya berjudul “Kapilut” yang berisi tentang buaian kekaguman diantara perselisihan dan kedamaian yang terjadi pada diri manusia. Karya terakhir berjudul “Katanya” catatan kritis multitafsir dari aplikasi kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

Dr. I Nyoman Cau Arsana selaku ketua Jurusan Etnomusikologi memaparkan bahwa pergelaran ini merupakan kegiatan yang kesekian kalinya yang diselenggarakan oleh Jurusan Etnomusikolgi ISI Yogyakarta. Pergelaran ini merupakan aplikasi dari salah satu darma dari Tri Dharma perguruan tinggi  yang berwujud karya seni. Dilain sisi, pergelaran ini adalah wujud aplikasi tentang pendidikan. Jurusan Etnomusikologi ISI Yogyakarta pada dasarnya fokus kepada ranah penelitian  musik-musik etnis di nusantara dan dunia, tetapi juga tidak melupakan aspek kreativitas penciptaan karya seni, pengetahuan, dan keterampilan memainkan alat musik etnis. Maka, antara penelitian dan kekaryaan untuk mendukung ketajaman analisis penelitian diharapkan dapat terwujud.

Kesempatan ini juga menjadi catatan sejarah bagi Jurusan Etnomusikologi, dimana salah satu komposer yaitu Drs. Supriyadi, M.Hum telah purna tugas sejak tanggal 01 Mei 2022 setelah mengabdi kurang lebih 41 tahun di ISI Yogyakarta. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Drs. Supriyadi, M.Hum.  atas darma bakti selama ini dalam mendidik dan mencetak insan seni dan etnomusikolog di Indonesia.  Harapan dari pergelaran ini  semoga bisa menjadi apresiasi kepada masyarakat pecinta musik etnis Indonesia, serta menjadi wahana apresiasi untuk mengetahui, memahami dan mencintai nilai-nilai budaya lokal Indonesia.