Niktiko Adok: Merapal Petuah Hidup Manusia dalam Adat Pernikahan Masyarakat Suku Komering di Oku Timur
Oleh: Alvin Arnando
Adat Pernikahan Suku Komering
Suku Komering adalah salah satu suku yang berada di Provinsi Sumatera Selatan terletak pada Bagian Selatan. Bagian Selatan Sumatera Selatan dikenal sebagai OKU Raya. OKU merupakan singkatan dari dua nama suku yakni suku Ogan dan Komering bagian hulu. Nama kedua suku tersebut yang berada di hulu menjadi cikal bakal nama-nama kabupaten di daerah OKU Raya yakni kabupaten OKU, dan OKU Selatan, dan OKU Timur, dari tiga kabupaten tersebut yang didominasi dengan masyarakat Suku Komering adalah Kabupaten OKU Timur.
Masyarakat Suku Komering memiliki adat dan tradisi yang masih digunakan hingga saat ini, salah satunya adalah upacara pernikahan. Menurut hukum adat Suku Komering, jika sudah menikah wajib memiliki adok. Adok adalah salah satu tradisi masyarakat Suku Komering digunakan sebagai nama panggilan untuk menunjukan kasta seorang dalam keluarga, selain itu adok juga menunjukan status sosial seseorang bagi masyarakat Suku Komering. Pemberian dan pengesahan adok dilakukan oleh ketua adat, pencanang, dan penutur dalam prosesi niktiko adok pada upacara pernikahan Suku Komering. Salah satu daerah di Kabupaten OKU Timur mayoritas masyarakatnya yang banyak menggunakan upacara pernikahan adalah Kelurahan Terukis Rahayu karena suku pribumi kelurahan tersebut adalah Suku Komering
Dalam upacara pernikahan terdapat beberapa prosesi yaitu ratong manjau, ngocek bawang, arak-arakan, silat tigol, tari pagar pengantin, serah terima, prosesi niktiko adok, dan tari sada sabai. Adok diberikan dan disahkan secara adat dalam prosesi niktiko adok. Ketua adat memimpin jalannya prosesi mulai dari pembuka, penutup dan penyerahan sertifikat adok kepada kedua mempelai pengantin. Pencanang berperan memainkan instrumen canang yang digunakan penanda adok telah disahkan, dan penutur berperan membawakan vokal niktiko adok yang digunakan untuk pemberian adok dan penyampaian nasihat-nasihat. Inti dari prosesi niktiko adok merupakan salah satu puncak dari upacara pernikahan. Maka dari itu hal yang paling penting dalam prosesi pernikahan adalah vokal niktiko adok, karena vokal tersebut menyampaikan nama adok serta nasihat tentang orang tua, keluarga dan agama untuk kedua mempelai laki-laki.

Sekilas Tentang Vokal Niktiko Adok
Niktiko adok adalah sastra lisan dalam bentuk pantun yang disampaikan oleh penutur bersamaan pencanang yang memainkan instrumen canang untuk pemberian serta pengesahan adok kedua mempelai dalam prosesi niktiko adok.Pada vokal niktiko adok terdapat dua bagian yaitu pisaan dan warahan. Pisaan digunakan untuk menyampaikan nama adok kedua mempelai dan warahan digunakan untuk menyampaikan nasehat tentang orang tua, keluarga dan agama. Pisaan dan warahan adalah pantun yang disampaikan oleh penutur Prosesi ini disajikan dalam sebuah pergelaran dengan menggunakan instrumen canang. Penyajian niktiko adok pantun pisaan dan warahan dilantunkan menggunakan nada-nada dan cengkok khas oleh penutur,
Bagi masyarakat Suku Komering di Kelurahan Terukis Rahayu Oku Timur Sumatera Selatan, Niktiko Adok tidak hanya berperan sebagai agenda formalitas budaya saja, tetapi juga mengandung nilai-nilai budaya lokal yang merepresentasikan identitas masyarakat suku Komering.

Ekspresi Emosional
Vokal niktiko adok terbagi menjadi dua bagian yaitu bagian pisaan dan warahan. Vokal pada pisaan dilantunkan oleh penutur menggunakan nada tinggi dengan suara lantang. Lantang yang dimaksud adalah suara terdengar nyaring dan jelas supaya kedua mempelai beserta keluarga dan masyarakat mendengar dengan baik isi dari pisaan yang disampaikan oleh penutur. Warahan merupakan bagian kedua dari vokal niktiko adok yang dilantunkan oleh penutur untuk menyampaikan nasihat tentang orang tua, keluarga dan agama. Vokal pada warahan yang dilantunkan oleh penutur menggunakan nada yang rendah dengan volume suara pelan dengan pembawaan yang penuh penghayatan. Penghayatan yang dilakukan oleh penutur untuk mengungkapkan perasaan sedih, senang, bahagia dari pengalaman batin yang disesuaikan dengan kandungan isi dalam warahan.
Penggambaran Simbol
Tanda diklasifikasikan menjadi beberapa jenis diantaranya adalah ikon dan indeks. Ikon merupakan tanda yang menunjukan identitas suatu masyarakat, sedangkan indeks adalah istilah penting yang tersurat dalam pertunjukan tradisional. Selain itu juga terdapat simbol yang merupakan klasifikasi dalam beberapa jenis tanda, simbol adalah tanda yang sudah disepakati bersama-sama sehingga akan menjadi sebuah ide dalam suatu gagasan.
Vokal niktiko adok merupakan tradisi yang menjadi identitas masyarakat suku Komering digunakan dalam upacara pernikahan untuk pemberian adok. Identitas adalah salah satu tanda bahwasanya vokal niktiko adok sebagai ikon tradisi bagi masyarakat Suku Komering.Vokal niktiko adok memiliki dua bagian yaitu pisaan dan warahan yang menjadi satu pertunjukan niktiko adok. Pisaan dan warahan juga sebagai indeks pada vokal niktiko adok,indeks adalah istilah penting dalam pertunjukan tradisional. Vokal niktiko adok merupakan hal terpenting dalam pertunjukan niktiko adok karena nama adok serta nasihat terdapat pada pisaan dan waraha,. Maka dari itu vokal niktiko adok berfungsi sebagai simbol karena nama adok bisa digunakan apabila sudah menjalankan prosesi niktiko adok, prosesi niktiko adok tidak bisa dilaksanakan tanpa vokal niktiko adok karena vokal tersebut merupakan hal terpenting dalam pertunjukan niktiko adok.
Kesesuaian Norma-norma Sosial
Aturan adat bagi masyarakat Suku Komering diharuskan memiliki adok, karena adok merupakan nama panggilan dalam keluarga yang digunakan untuk menunjukan kasta. Pemberian adok dilaksanakan dalam prosesi niktiko adok pada upacara pernikahan Suku Komering. Pemberian adok dilakukan oleh pencanang sebagai pemain instrumen canang dan penutur sebagai vokal niktiko adok. adok bisa dipakai apabila sudah di niktiko adok oleh penutur dan pencanang. Apabila kedua mempelai pada upacara pernikahan Suku Komering tidak melakukan pengesahan adok secara adat, maka mereka tidak dianggap sebagai bagian dari Suku Komering. Aturan adat untuk mendapatkan adok kedua mempelai harus diberi pisaan dan warahan. Maka dari itu ocia niktiko adok memiliki peran penting sebagai kesesuaian norma-norma ocial bagi masyarakat Suku Komering.
DAFTAR PUSTAKA
Badan Pusat Statistik Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur. https://okutimurkab.bps.go.id/publication.htm. akses 2 Maret 2022.
Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Selatan. https://sumsel.bps.go.id/publication.html. akses 2 Maret 2022.
Firmansyah, Dedy. 2015. “Keberadaan Musik Kulintang dalam Adat Pernikahan Suku Komering di Oku Timur”. Tesis untuk menempuh derajat Strata 2 Program Studi Penciptaan dan Pengkajian Seni Minat Studi Pengkajian Musik Nusantara Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Surakarta.
Kaelan. 2012. Metode Penelitian Kualitatif Interdisipliner Bidang Sosial, Budaya, Filsafat, Seni, Agama dan Humaniora. Yogyakarta: Paradigma.
Kartini, Neti, Suryani. 2019. “Analisis Struktur Pisaan Pemberian Adok pada Pernikahan Adat Komering di Desa Kurungan Nyawa”, Seulas Pinang : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Vol. 1, No. 1: 37-44.
Letak dan Luas Wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (okutimurkab.co.id). akses 8 Maret 2022.
Melisi, Aldo. 2021. “Pemaknaan Pemberian Adok (Gelar) Suku Daya Desa Saung Naga Kabupaten OKU Selatan”. Skripsi untuk menempuh derajat Strata 1 Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Raden Fatah Palembang.
Merriam, Alan P. 1964. The Anthropology of Music. Evanston: Northwestern University Press.
Nettl, Bruno. 2012. Teori dan Metode dalam Etnomusikologi. Terj. Nathalian H.P.D Putra. Jayapura: Jayapura Center of Music.
Pasehulisan. 2021. “Kajian Tradisi Lisan Upacara Pemberian Adok Masyarakat Komering di OKU Timur”. Tesis untuk menempuh derajat Strata 2 Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang.
Pengertian Diameter. https://kbbi.web.id/diameter. akses 16 Juni 2022.
Pengertian Instrumen. https://kbbi.web.id/instrumen. akses 16 Juni 2022.
Pengertian Konsonan. https://kbbi.web.id/konsonan. akses 12 Juni 2022.
Pengertian Nikah. https://kbbi.web.id/nikah. akses 27 Mei 2022.
Pengertian Pantun.https://kbbi.web.id/pantun. akses 18 April 2022.
Pengertian Prosesi. https://kbbi.web.id/prosesi. akses 27 Mei 2022.
Pengertian Rima. https://kbbi.web.id/rima. akses 12 Juni 2022.
Pengertian Upacara. https://kbbi.web.id/upacara. akses 27 Mei 2022.
Pengertian Vokal. https://kbbi.web.id/vokal. akses 12 Juni 2022.
Prier SJ, Karl-Edmund. 1996. Ilmu Bentuk Musik. Yogyakarta: Pusat Musik Liturgi.
Putri, Rika Oktaria. 2020. “Makna Jajuluk dalam Pernikahan Adat Komering Ulu di Desa Cempaka Kecamatan Cempaka Kabupaten OKU Timur”. Skripsi untuk menempuh derajat Strata 1 Program Studi Ilmu Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Raden Fatah Palembang.
Saigantha, Akbar I Wayan, Alian Sair, Syarifuddin. 2019. “Adat Pernikahan Rasan Tuha di Desa Suka Negeri Kecamatan Semendawai Barat Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Tahun 1995-2015”. Jurnal of Indonesian History, Vol. 8, No. 2:161-168.
Sari, Winda Wulan, Mugiyono, Sakni Ahmad Soleh. 2020. “Tradisi Pemberian Gelar Adat dalam Upacara Perkawinan pada Masyarakat Komering Desa Rasuan Kecamatan Madang Suku 1 Kabupaten OKU Timur”. Jurnal El-Fikr: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam, Vol. 1, No. 2: 17-32.
Tuner Smartphone Android. https://play.google.com/store/apps/details?id=com. bork.dsp.datuna&hl=in&gl=US. akses 16 Juni 2022.
Penulis Alvin Arnando
Instagram: alfin_mustofa
Email: arnandoalvin7@gmail.com