Menabuh Nada Persahabatan: Mahasiswa NAFA Singapura Ikuti Workshop Gamelan di Etnomusikologi ISI Yogyakarta”

Menabuh Nada Persahabatan: Mahasiswa NAFA Singapura Ikuti Workshop Gamelan di Etnomusikologi ISI Yogyakarta”

Dokumentasi Workshop Gamelan Bali di Etnomusikologi ISI Yogyakarta

Yogyakarta – Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menerima kunjungan mahasiswa dari Nanyang Academy of Fine Arts (NAFA) dalam rangka pelaksanaan workshop gamelan sebagai bagian dari program pertukaran budaya dan pembelajaran seni lintas negara. Kegiatan ini menjadi ruang bagi para peserta untuk mengenal lebih dekat tradisi musik Bali melalui pengalaman belajar secara langsung bersama sivitas akademika Jurusan Etnomusikologi ISI Yogyakarta.

Workshop yang berlangsung di lingkungan Jurusan Etnomusikologi ISI Yogyakarta ini memperkenalkan peserta pada dasar-dasar permainan gamelan Bali, mulai dari pengenalan instrumen, teknik tabuhan, hingga pemahaman mengenai nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Para mahasiswa NAFA tidak hanya mempelajari aspek musikal, tetapi juga diajak memahami filosofi, etika, dan konsep kebersamaan yang menjadi bagian penting dalam praktik karawitan Bali.

Melalui pendampingan dosen dan mahasiswa Etnomusikologi, peserta berkesempatan memainkan berbagai instrumen gamelan secara langsung dalam format ansambel. Proses pembelajaran dilakukan secara interaktif sehingga memungkinkan terjadinya pertukaran pengetahuan dan pengalaman antar peserta dari latar budaya yang berbeda. Suasana workshop berlangsung dinamis dengan antusiasme tinggi dari para mahasiswa yang aktif berdiskusi dan mencoba teknik-teknik permainan gamelan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya internasionalisasi yang terus dikembangkan oleh ISI Yogyakarta melalui berbagai program kolaborasi akademik dan kebudayaan dengan institusi seni di kawasan Asia Tenggara. Hubungan kerja sama antara ISI Yogyakarta dan NAFA telah terjalin dalam berbagai program pertukaran budaya dan pembelajaran seni, termasuk program Overseas Immersion Programme yang mempertemukan mahasiswa kedua institusi dalam kegiatan berbasis seni dan budaya.

Selain meningkatkan pemahaman peserta terhadap seni tradisi Indonesia, workshop gamelan ini juga menjadi sarana diplomasi budaya yang memperkuat hubungan antarlembaga pendidikan seni di tingkat internasional. Melalui pengalaman belajar yang bersifat partisipatif, para mahasiswa diharapkan dapat membawa pemahaman yang lebih luas mengenai kekayaan budaya Indonesia sekaligus membangun jejaring akademik dan artistik yang berkelanjutan.

Jurusan Etnomusikologi ISI Yogyakarta menyambut positif pelaksanaan kegiatan ini sebagai bagian dari komitmennya dalam mengembangkan pendidikan etnomusikologi yang berwawasan global tanpa meninggalkan akar budaya lokal. Diharapkan, kolaborasi semacam ini dapat terus berlanjut dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa mendatang, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pertukaran seni budaya.

Cari
Kategori

Bagikan postingan ini