
Forum ASPEI 2024 di ISI Surakarta
Yogyakarta – Program Studi Etnomusikologi, Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta berpartisipasi dalam Pertemuan Asosiasi Program Studi Etnomusikologi Indonesia (APSEI) Tahun 2024 yang diselenggarakan melalui kerja sama antara Fakultas Seni Pertunjukan ISI Surakarta dan Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi forum nasional yang mempertemukan pengelola program studi, dosen, peneliti, praktisi, serta mahasiswa etnomusikologi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Kegiatan APSEI 2024 berlangsung selama tiga hari dari tanggal 22-24 November 2024 dan terdiri atas rangkaian agenda yang mencakup pertemuan forum asosiasi, seminar nasional, diskusi akademik, serta konsolidasi antarprogram studi etnomusikologi di Indonesia. Rangkaian kegiatan tersebut dirancang sebagai wadah untuk memperkuat jejaring kelembagaan sekaligus membahas berbagai isu strategis yang berkaitan dengan pengembangan pendidikan dan keilmuan etnomusikologi di Indonesia.
Pada hari pertama, forum APSEI membahas sejumlah agenda organisasi yang penting, termasuk pergantian kepengurusan APSEI dan penyusunan program kerja untuk periode selanjutnya. Pembentukan dan penguatan berbagai divisi dalam struktur organisasi menjadi bagian dari upaya meningkatkan koordinasi serta efektivitas pelaksanaan program yang mendukung kemajuan Program Studi Etnomusikologi di tingkat nasional. Selain itu, forum juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik baik antarprogram studi dalam penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Diskusi kemudian berlanjut pada berbagai isu strategis yang relevan dengan perkembangan etnomusikologi saat ini. Beragam persoalan seperti penguatan kurikulum, pengembangan penelitian berbasis budaya lokal, digitalisasi arsip dan dokumentasi musik tradisional, serta tantangan pelestarian warisan budaya di tengah perkembangan teknologi menjadi topik yang dibahas bersama. Hasil pembahasan tersebut menjadi bahan refleksi sekaligus pemantik diskusi dalam seminar nasional yang dilaksanakan pada hari berikutnya.
Sebagai agenda utama kegiatan, Seminar Nasional Asosiasi Program Studi Etnomusikologi Indonesia mengangkat tema “Peran Etnomusikologi dalam Perspektif Ke-Indonesia-an di Masa Depan.” Seminar ini menghadirkan narasumber yang merupakan perwakilan dari berbagai Program Studi Etnomusikologi di Indonesia. Melalui diskusi yang mendalam, para narasumber dan peserta bersama-sama mengkaji posisi etnomusikologi dalam konteks kebudayaan Indonesia, perannya dalam menjaga keberagaman musik Nusantara, serta kontribusinya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan pelestarian budaya di masa depan.
Berbagai pandangan dan pengalaman dari masing-masing institusi memperkaya pembahasan mengenai arah pengembangan etnomusikologi di Indonesia. Diskusi juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi, seperti perubahan pola pewarisan budaya, perkembangan teknologi digital, kebutuhan inovasi dalam pembelajaran, hingga pentingnya memperluas kolaborasi lintas disiplin dan lintas institusi. Di sisi lain, para peserta juga melihat berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan, termasuk pengembangan riset kolaboratif, pemanfaatan teknologi untuk dokumentasi dan diseminasi budaya, serta penguatan peran etnomusikologi dalam diplomasi budaya dan industri kreatif.
Pada hari terakhir, kegiatan difokuskan pada penyusunan rekomendasi dan tindak lanjut hasil forum serta seminar. Rekomendasi yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi acuan bagi program studi etnomusikologi di Indonesia dalam memperkuat kualitas pendidikan, meningkatkan produktivitas penelitian, serta memperluas jejaring kerja sama akademik di masa mendatang.
Melalui partisipasi dalam APSEI 2024, Program Studi Etnomusikologi ISI Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan keilmuan etnomusikologi di Indonesia. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana konsolidasi organisasi dan pertukaran gagasan akademik, tetapi juga menjadi ruang bersama untuk merumuskan masa depan etnomusikologi Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan dan peluang di era yang terus berkembang.
Redaksi: Etno ISIYK


